jekigabriel@yahoo.co.id
Thursday, May 31, 2012
Pengelolaan Multimedia
Pengelolaan adalah suatu kegiatan terancana dan terkontrol yang dikerjakan dua orang atau lebih dengan pemberian fasilitas untuk mengarahkan instruksional sehingga tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif. Adapun konsep fungsi pengelolaan yang dikemukakan oleh George R. Terry ada 4 antara lain Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerakan dan Pengawasan.
Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi. Multimedia dibagi menjadi dua kategori yakni multimedia linier dan multimedia interaktif. Pentingnya multimedia dalam sebuah pembelajaran yakni apabila multimedia dipilih, dikembangkan, dikelola dan digunakan secara tepat dan baik, akan memberi manfaat yang besar bagi guru dan siswa. Secara umum manfaat yang dapat diperoleh ialah proses pembelajaran menjadi lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan. Sebagai salah satu komponen dalam sistem pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti tujuan, materi, strategi, dan juga evaluasi pembelajaran. Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai.
Membuat bahan ajar menggunakan multimedia tentu berbeda dengan menyiapkan bahan ajar menggunakan media konvensional yang biasa dilakukan. Kelebihan multimedia (audio, visual dan gerak) dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menyampaikan materi yang membutuhkan ketiga unsur tersebut. Dengan multimedia, materi dan bahan ajar dapat disampaikan melalui gagasan yang kreatif.
Melalui gagasan yang kreatif tersebut guru dapat mengatur irama penyajian materi agar tidak datar dan membosankan. Langkah operasionalnya adalah guru terlebih dahulu membuat rancangan pengajaran berupa story board, atau flow chart, agar alur informasi terkendali sejalan dengan materi yang hendak disampaikan. Tidak perlu seluruh durasi dan layer materi pengajaran dieksplorasi secara kreatif. Adakalanya materi pelajaran disajikan dalam visualisasi yang bernada datar dan biasa-biasa saja tetapi kemudian pada materi tertentu yang menjadi pokok permasalahan, visualisasi diolah secara optimum. Bila perlu ada bagian yang ingin ditonjolkan dapat disertai dengan ilustrasi dalam gerak (animasi maupun video) dan suara (narasi, dialog dan sound effect) yang tepat. Penekanan ini akan membuat siswa merasakan bahwa materi tersebutlah yang menjadi pokok permasalahan.
Persoalan terpenting dalam menentukan gagasan kreatif dan konsep multimedia adalah mempertimbangkan karakter target audience. Kebenaran materi adalah mutlak, sedangkan menarik atau tidaknya suatu bahan ajar sangat bergantung pada ‘kedekatan bahasa’ komunikasi antara guru dan siswanya. Gagasan kreatif dan konsep multimedia hendaknya memperhatikan aspek komunikatif, agar mudah dicerna dan disenangi oleh siswa. Mimpi yang telah dituangkan dalam gagasan kreatif dan konsep visualisasi, akan menjadi kasat mata sebagai multimedia pembelajaran jika berhasil dieksekusi menggunakan gramatika komunikasi visual yang tepat. Eksekusi elemen-elemen komunikasi visual dalam pembuatan media ini pada intinya mencakup: tata letak, tipografi, gambar dan ilustrasi, warna, animasi dan video, serta audio/suara. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran memang disarankan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Adapun format penyajian multimedia dapat digolongkan menjadi lima kelompok yakni tutorial, drill and practice, simulasi, percobaan atau eksperimen, permainan. Sementara itu, dalam mengaplikasikan multimedia dalam desain pembelajaran harus mengacu kepada karakteristik multimedia, format multimedia dan elemen-elemen multimedia. Sedangkan menurut Wallington (1970) bahwa peran utama sumber belajar adalah membawa atau menyalurkan stimulus dan informasi kepada siswa. Dengan demikian maka untuk mempermudah aplikasi multimedia sebagai sumber belajar itu kita dapat mengajukan pertanyaan berdasarkan teori 5 W 1 H. (what, who, where, whom when and how) seperti “apa”, siapa”,”di mana”, kepada siapa, kapan dan bagaimana”.
Jadi pengelolaan multimedia adalah suatu kegiatan yang terencana dan terkontrol untuk mengarahkan penggunaan multimedia dalam pembelajaran secara tepat dan maksimal sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif.
• Sumber Belajar
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment