jekigabriel@yahoo.co.id

Saturday, April 28, 2012

BEGINNER’S LUCK


KEBERUNTUNGAN BERASAL DARI TUHAN, KEBERUNTUNGAN AKAN MUDAH JIKA KITA MELAKUKAN DENGAN IKLAS, POLOS DAN SEGERA MELAKUKAN TANPA MENUNDA-NUNDANYA. ORANG YANG PEMULA MELAKUKAN LEBIH BERUNTUNG KARENA PERAN TUHAN, SEDANGKAN SEORANG YANG AHLI LEBIH MENGANDALKAN PIKIRAN DAN KEAHLIANNYA TANPA MENGANDALKAN TUHAN  JADI TUHAN JAUH DARI PADANYA BEGITU JUGA DENGAN KEBERUNTUNGAN.

RASA TAKUT SANGAT BERGUNA BAGI KEHIDUPAN KARENA MENCEGAH RESIKO KEHIDUPAN.

KEBERUNTUNGAN SELALU ADA DITEMPAT SIBUK MAKA JANGAN TAKUT UNTUK BERGAUL DENGAN ORANG-ORANG SIBUK.

BOSAN ADALAH RAHMAT UNTUK MENJADIKAN KITA LEBIH MANDIRI DAN LEBIH FOKUS AKAN MELAKUKAN SESUATU.

Thursday, April 12, 2012

mamalia

A.    Pengertian dan Ciri-ciri Mamalia
Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau "berdarah panas.
Pembagian tubuh mamalia terdiri atas kepala (caput), leher (serviks), badan (trunkus), dan ekor (kauda), badannya tertutup rambut, antara rongga dada (cavum thoracis) dan rongga perut (cavum abdominis) terdapat di diafragma. Pada diafragma dilalui oleh aorta, pembuluh darah, saraf, dan kerongkongan.
Dinding rongga dada dilapisi oleh pleura, dinding rongga perut oleh peritonium, dan dinding rongga jantung dibentuk oleh perikardium. Mempunyai glandula mammae (kelenjar air susu) dan puting susu. Kulit memiliki kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Terdapat tipe-tipe gigi seri, taring, geraham depan, dan gigi geraham. Bentuk gigi adaptif dengan jenis makanannya : ada yang berlapis email, ada yang tidak.
Mamalia ada yang hidup di air, darat, atau di pohon-pohon. Pada umumnya vivipar, jumlah anak setiap kali melahirkan satu ekor, ada pula yang 3 sampai 8 ekor, melahirkan anak melalui vagina. Perkembangan embrio di dalam rahim merupakan ciri khas mamalia.
B.    Klasifikasi Mamalia
Mamalia meliputi banyak sekali ordo, antara lain :
1.    Monotremata (mamalia berparuh atau berkloaka).
Gigi hanya ada sebelum dewasa, berparuh, bertelur, mengeram, tubuh berambut, tidak mempunyai daun telinga. Hewan jantan mempunyai taji, penis hanya untuk lewatnya sperma (tidak untuk urin), testis dalam abdomen. Oviduk bermuara ke dalam kloaka, ekor pipih.
Hewan betina tidak beruterus dan tidak bervagina, tanpa puting susu tetapi menyusui anaknya, dan sebagai pemakan invertebrata yang hidup di air contohnya.
•    Ornithorhynchus anatinus (itik platipus di Australia dan Tasmania).
•    Tachyglossus aculeatus (di papua, tasmania, australia), semut dan anai-anai dapat melekat pada lidahnya yang panjang, telur dieramkan dalam kantong di dinding perutnya.

2.    Insektivora (mamalia pemakan insekta).
Berjari lima, gigi runcing banyak sekali contohnya yaitu :
•     Seperti tupai = tikus pohon (Tupaja javanica)
•    Celurut = tikus kesturi (berbau busuk) (Crocidura brunnea)

3.    Carnivora (mamalia pemakan daging).
Bertaring besar dan panjang, gigi seri kecil, uterus terbagi dua (bicornis), dan bercakar tajam, contohnya yaitu :
•    Singa (Felis leo)
•    Kucing (Felis catus)
•    Panda (Ailurus sp.)
•    Anjing (Canis familiaris)
•    Serigala (Canis lupus)

4.    Rodentia (mamalia pengerat).
Berjari lima, tak bergigi taring, gigi serinya berbentuk pahat (dapat tumbuh terus), contohnya seperti :
•    Tikus mencit (Mus musculus)
•    Tikus wirok (Bandicota indicasetifera)
•    Marmut (Cavia cobaya)
•    Hamster (Cricerus griseus)
•    Landak (Hystrix brachyura), memiliki duri-duri pada tubuhnya


5.    Lagomorph
Seperti rodentia tetapi gigi serinya 4 atau lebih, gigi molera dapat tumbuh terus, berekor pendek kuat dan dapat digerakkan, contohnya :
•    Kelinci domes tikasi (Oryctologus cuniculus)
•    Pika (Ochotona sp.)

6.    Sirenia (sapi laut)
Mirip cetacae, tidak ada daun telinga, tidak ada tungkai belakang, tungkai depan seperti dayung, kulit tebal, memiliki sedikit rambut, hidup dilaut atau air tawar, contohnya yaitu :
•    Sapi laut (Tricheonus)
•    Dugong Australia (Halicore dugong)

7.    Cetacea (paus)
Mirip sirenia, tidak memiliki daun telinga, tidak ada rambut, tidak ada kelenjar-kelenjar dikulit, tidak ada tungkai belakang, tungkai didepan disebut flipper seperti dayung, bentuk gigi semua sama dan tidak berlapis email, atau tidak bergigi, jari lebih dari lima, hidup di laut atau di air tawar lambung terbagi 4 contohnya seperti :
•    Pesut (Orcella fluminalis)
•    Paus (Balaenoptera borealis)
•    Lumba-lumba laut (Dholpinus delphis)

8.    Chiroptera (mamalia bersayap tangan).
Pemakan buah-buahan dimalam hari, giginya runcing dan tajam, kaki belakang lebih kecil, terdapat selaput antara jari-jari dari tungkai depan hingga tungkai belakang, berguna untuk terbang dengan gerakan seperti sayap burung, contohnya :
•    Kalong (Pteropus edulis)
•    Kelelawar (Myotes sp.)
•    Kelelawar vampir (Desmodus sp.) penghisap darah sapi atau kuda


9.    Dermoptera (mamalia bersayap kulit)
Mirip dengan kelelawar dengan lipatan kulit berambut dari leher, anatara jemari tungkai depan dan tungkai belakang hingga bagian ekor, terkenal dengan julukan monyet terbang , bergigi runcing dan tajam, keempat tungkai sama panjang, contohnya:
•    Kubung (Galeopterus variegatus)
•    Pemakan daun dan buah-buahan di Asia Tenggara (Gakopithecus sp.)

10.    Marsupialia (mamalia berkantung)
Mamalia yang memiliki kantung pada dinding perut yang menutupi, terdapat sepasang uterus dan sepasang vagina, tidak berplasenta, perkembangan ovum didalam uterus hanya sampai sebelum fetus terbentuk; terus keluar dan masuk kemarsupium, menempel pada papilla mammae dengan mulutnya hingga selesai perkembangannya, marsupium juga digunakan untuk perlindungan, contohnya
•     Kuskus (Phalanger sp.)
•    Kanguru (Macropus sp.)
•    Wombat (Phascolomys sp.)
•    Koala (Phascolarctus sp.)
•    Opossum (Didelphia marsupialis)

11.    Probosoidea (mamalia berproboscis)
Tubuh besar, mempunyai modifikasi hidung menjadi belalai dengan dua lubang hidung, kepala besar, leher pendek, telinga lebar, hanya memiliki gigi seri atas 2 buah yang tumbuh panjang yaitu gading, molar 12 buahg berlapis emali, kkaki lurus seperti tiang, berat badan sekitar300-350 kg, umur dapat mencapai 50 tahun, hidupnya berkelompok contohnya :
•    Gajah afrika (Elephas cyclotis)
•    (Elephas maximus) di Sumatra


12.    Pinnipedia
Termasuk karnivora yang tidak terdpat di indonesia contohnya
•    Anjing laut (Phoca vitalina)
•    Gajah laut (Eumetopias jubata)
•    Singa laut (Zalophus sp.)

13.    Pholidota (mamalia bersisik, tak bergigi)
Umumnya tidak bergigi , tubuh dilindungi sisik dari zat tanduk, bagian ventral tubuh berambut, memakan semut, anai-anai dan sebagainya yang ditangkap dengan lidah panjang , contohnya
•    Trenggiling (Manis javanica)

14.    Perissodactyla (mamalia berjari ganjil)
Telapak kaki berjari ganjil, dibungkus kuku dari zat tanduk, tidak bertanduk, lambung sederhana, tidak memiliki kantong empedu contoh
•    Kuda (Equus caballus)
•    Zebra (Equus zebra)
•    Keledai (Equus asinus)
•    Badak bercula satu, badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)
•    Tapir (Tapirus indicus)

15.    Artiodactyla (mamalia berjari genap).
Digolongkan menjadi dua yaitu Ruminansia dan Non-Ruminansia. Ruminansia (Pecora): ialah mamalia memamah biak, kaki panjang umumnya bertanduk tidak bertaring, lambung terbagi 4 kompartemen yaitu perut besar, perut jala, perut kitab-kitab, dan pesut masam, contohnya
•    Sapi (Bos indicus)
•    Bison (Bison bison)
•    Anoa di Sulawesi (Anoa depressi cornis)
•    Jerapah afrika (Giraffa camelopardalis)
•    Kijang (Cervus equinus)
•    Kancil (Tragulus sp.)
Non- Ruminantia cirinya tidak memamah biak, lambung tidak terbagi 4 kompartemen, bertaring, dan tidak bertanduk contohnya
•    Kuda nil di Afrika (Hippotamus amphibius)
•    Babi hutan = celeng (Sus vittatus)

16.    Primata
Pada umumnya setiap melahirkan hanya satu anak tangan dan kaki berjari 5, berkuku. Ordo Primata yaitu:
•    Lemuroidea, (dengan ciri-ciri berbulu tebal, ekor panjang, arboreal/hidup di pohon, noktural/aktif di malam hari)
Contohnya kukang (Nyticebus councang)
•    Tarsioidea, (dengan ciri-ciri daun telinga besar, ekor panjang, arboreal, noktural, ujung jari melebar seperti batil pengisap)
Contohnya kera hantu (Tarsius tarsius)
•    Anthropoidea (dengan jari berkuku, terestial/hidup di tanah atau arborel, diurnal/aktif di siang hari)
Contohnya bekantan (Nasalis Larvatus)

C.    Sistem Organ pada Mamalia
Pada Mamalia memiliki sistem organ dari sistem gerak, pencernaan makanan, pernapasan, peredaran darah, ekskresi, alat indera dan sistem syaraf serta reproduksi. Sistem organ tersebut dapat dilihat pada penjelasan di bawah yang merupakan sistem organ dari salah satu hewan Mamalia yaitu hewan sapi.
Di Indonesia terdapat sapi bali yang merupakan sapi potong asli Indonesia yang merupakan hasil domestikasi dari banteng (Bibos banteng). Sapi Bali (Bos Sondaicus) adalah sapi asli Indonesia hasil penjinakan (domestikasi) banteng liar yang telah dilakukan sejak akhir abad ke 19 di Bali, sehingga sapi jenis ini dinamakan Sapi Bali. Sebagai "mantan" keturunan banteng, sapi Bali memiliki warna dan bentuk persis seperti banteng. Kaki sapi Bali jantan dan betina berwarna putih dan terdapat telau, yaitu bulu putih di bagian pantat dan bulu hitam di sepanjang punggungnya. Sapi Bali tidak berpunuk, badannya montok, dan dadanya dalam.
Sapi Bali jantan bertanduk dan berbulu warna hitam kecuali kaki dan pantat. Berat sapi Bali dewasa berkisar 350 hingga 450 kg, dan tinggi badannya 130 sampai 140 cm. Sapi Bali betina juga bertanduk dan berbulu warna merah bata kecuali bagian kaki dan pantat. Dibandingkan dengan sapi Bali jantan, sapi Bali betina relatif lebih kecil dan berat badannya sekitar 250 hingga 350 kg.
Sewaktu lahir, baik sapi Bali jantan maupun betina berwarna merah bata. Setelah dewasa, warna bulu sapi Bali jantan berubah menjadi hitam karena pengaruh hormon testosteron. Karena itu, bila sapi Bali jantan dikebiri, warna bulunya yang hitam akan berubah menjadi merah bata. Sapi asli Indonesia ini sudah lama didomestikasi suku bangsa Bali di pulau Bali dan sekarang sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Sapi bali berukuran sedang, dadanya dalam, tidak berpunuk dan kaki-kakinya ramping. Kulitnya berwarna merah bata. Cermin hidung, kuku dan bulu ujung ekornya berwarna hitam. Kaki di bawah persendian karpal dan tarsal berwarna putih. Kulit berwarna putih juga ditemukan pada bagian pantatnya dan pada paha bagian dalam kulit berwarna putih tersebut berbentuk oval (white mirror). Pada punggungnya selalu ditemukan bulu hitam membentuk garis (garis belut) memanjang dari gumba hingga pangkal ekor. Sapi Bali jantan berwarna lebih gelap bila dibandingkan dengan sapi Bali betina. Warna bulu sapi Bali jantan biasanya berubah dari merah bata menjadi coklat tua atau hitam legam setelah sapi itu mencapai dewasa kelamin. Warna hitam dapat berubah menjadi coklat tua atau merah bata apabila sapi itu dikebiri.
Sapi Bali merupakan hewan noktural yaitu hewan yang lebih aktif di siang hari. Sapi Bali hidup di daerah daratan. Sapi Bali ada juga yang di ternak dalam kandang.

1.    Sistem gerak
Hewan Mamalia mempunyai dua pasang anggota gerak dengan bermacam-macam bentuk, untuk berjalan, memegang, memanjat, menggali, berenang dan lain-lain. Pada hewan sapi memiliki dua pasang anggota gerak yang digunakan untuk berjalan. Sistem skeletal terdapat columna vertebralis (ruas tulang belakang), sternum (tulang dada), costae (tulang rusuk), scapula (tulang belikat), clavicula (tulang selangka), dan lain-lain.
Pada sapi bali memiliki dua pasang anggota gerak yaitu 4 kaki panjang yang ramping. Kaki-kaki ini digunakan untuk berjalan.

2.    Sistem pencernaan makanan
Hewan Mamalia telah memiliki sistem pencernaan makanan telah lengkap. Hewan Mamalia ada yang tergolong ke dalam golongan hewan herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan), hewan karnivora (pemakan daging) dan hewan omnivora (pemakan tumbuh-tumbuhan daging). Secara umum, saluran pencernaaan dari mulut   faring  kerongkongan   lambung  usus halus   usus besar  anus.
Letak anus di bawah ekor dan di sebelah anteriornya terdapat lubang urogenital. Lidah mempunyai papilla perasa. Terdapat 4 pasang kelenjar ludah, yaitu parotid, infraorbital, submaksilari, dan sublingual. Terdapat kandung empedu, dengan saluran empedu dan saluran getah pankreas yang bermuara ke dalam doudenum. Sekum (caecum) berdinding tipis, mempunyai sebuah appendiks vermiformis (umbai cacing).

Pada sapi bali dapat dijelaskan sistem pencernaan sebagai berikut:
a)    Rongga Mulut
Rongga mulut mamalia dibentuk oleh tiga atap, yaitu palatum durum (langit-langit keras), palatum mole (langit-langit lunak), serta velum palastini  (bagian tepi). Dasar rongga mulut bersifat lunak didalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Jenis gigi mamalia sama dengan gigi manusia, tetapi mengalami perubahan bentuk yang sesuai dengan cara hidupnya
1)    Gigi Seri
Gigi seri berbentuk pahat dan berfungsi untuk memotong, pada hewan pengerat, gigi seri berfungsi untuk mengerat, email hanya ada dibagian dataran muka dibagian inilah gigi terus tumbuh.

Gambar  1.


gambar  1 (rahang bawah pada karnivora. Lihat gigi taringnya yang memanjang)

Gambar 2


gambar 2 (rahang bawah pada herbivora. Gigi taring tidak berkembang bahkan tidak ada)
2)    Gigi Taring
Gigi taring berbentuk runcing dan berfungsi untuk menyobek. Pada hewan karnivora, gigi taring tumbuh dan berkembang dengan baik, sedangkan pada herbivora gigi taring tidak berkembang.
3)    Geraham Muka
Geraham muka berfungsi untuk mengunyah. Bagian mahkotanya terdiri dari email yang melintang dan tajam.
4)    Geraham Belakang
Geraham belakang berfungsi untuk mengunyah bentuknya sama dengan molar pada manusia.

b)    Lambung
Khusus hewan pemamah biak seperti sapi, rusa, dan kambing, lambungnya terbagi menjadi 4 ruang yaitu, rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Proses pencernaan dilambung sapi adalah sebagai berikut : rumput atau daun-daunan dikunyah sekadarnya serta dicampur air ludah, lalu ditelan ke esofagus, dari esofagus makanan tersebut masuk ke rumen.
Dirumen terdapat simbiosis antara hewan pemamah biak dengan bakteri dan flagelata yang dapat menghasilkan enzim selulosa. Bakteri yang mampu menghancurkan selulosa contohnya adalah cytophaga, sedangkan flagelata yang biasa terdapat dalam tubuh hewan ruminansia adalah cypromonas subtilis. Akibat perombakan dari flagelata ini, feses dapat digunakan sebagai pupuk  dan sebagai bahan pembuatan biogas melalui proses peragian.
Didalam rumen terjadi pencernaan protein dan polisakarida, serta fermentasi selulosa oleh enzim selulase, dari rumen makanan masuk ke retikulum. Di retikulum, makanan dibentuk menjadi gumpalan- gumpalan kasar yang disebut bolus. Pada saat sapi beristirahat, bolus yang disimpan sedikit demi sedikit dikeluarkan dari retikulum untuk dikunyah lagi, sesudah itu ditelan lagi masuk ke retikulum, lalu ke omasum, dan selanjutnya ke abomasum diabomasum ini terjadi pencernaan yang sebenarnya oleh enzim-enzim pencernaan.

c)    Usus
Usus pada mamalia dapat dibedakan menjadi dua yaitu usus halus dan usus besar.
•    Usus halus ( intestinum tenue ) terdiri dari duodenum, jejunum, dan ileum.
•    Usus besar (intestinum krasum).
Didalam usus halus terjadi perombakan terakhir dan proses penyerapan sari-sari makanan. Usus berakhir dengan rektum dan lubang yang disebut anus. Secara garis besar sistem pencernaan pada semua hewan mamalia adalah sama kecuali pada hewan pemamah biak yang memiliki kekhususan.
Berbeda dengan sapi, ruminansia seperti kuda, kelinci, dan marmut tidak melakukan fermentasi selulosa di rumen, tetapi di sekum (usus buntu). Sekum adalah kantong kecil yang terdapat dipertemuan antara usus halus dan usus besar. Pada hewan- hewan tersebut tidak terjadi pengngunyahan dua kali sehingga feses yang dihasilkan lebih kasar, dan berserat dari pada feses sapi. Pada kelinci dan hewan pengerat lainnya bakteri pencernaan selulosa hidup di usus besar.
3.    Sistem pernapasan/respirasi
Hewan Mamalia memiliki sistem pernapasan. Memiliki bagian saluran pernapasan: rongga hidung, faring, laring, trakhea, bronkus, dan bronkiolus. Bagian pernapasan: bronkioli respiratori, dukti alveoli, dan alveoli. Organ perapasan utama adalah paru-paru. Paru-paru mamalia berongga-rongga dan umumnya terbagi menjadi lobus-lobus. Kebanyakan dua lobus sebelah kiri dan tiga lobus sebelah kanan. Ada juga mamalia yang paru-parunya yang tidak terbagi dalam lobus-lobus, misalnya pada ikan paus, duyung, gajah, kuda, dan beberapa kelelawar. Pada monotremata dan tikus, hanya paru-paru kanan yang terbagi dalam lobus-lobus. Sebelah luar paru-paru dilapisi oleh selaput pleura. Rongga hidung dipisahkan oleh suatu sekat yang disebut septum basal, menjadi bagian kiri dan kanan. Dengan udara luar dihubungkan oleh lubang hidung luar (nares eksternal), dengan faring dihubungkan oleh lubang hidung dalam (nares internal/khoane). Faring merupakan persimpangan antara saluran napas dan saluran makanan. Lobus merupakan suatu rongga yang terletak di belakang faring. Epigatus berfungsi untuk menutupi glotis waktu menelan makanan, agar makanan tidak masuk ke sistem pernapasan. Terdapat pula alat suara (apparatus vokalis) berupa sepasanang pita kecil (ligamen). Trakhea diperkuat oleh cincin tulang rawan hialin dan fibrosa. Bronkus yang dibedakan menjadi dua, yaitu bronkus ekstrapulmonalis dan bronkus intrapulmonalis. Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus intrapulmonalis.

4.    Sistem peredaran darah/sirkulasi
Peredaran darah tertutup dan ganda. Terdapat dua buah vena cava interior kiri dan kanan (pada manusia hanya ada satudi sebelah kiri). Jantung beruang 4 dengan sekat sempurna. Sel darah merah tidak berinti. Terdapat peredaran darah besar (dari dari jantung ke seluruh tubuh, kembali ke jantung) dan peredaran darah kecil ( dari jantung ke paru-paru kembali ke jantung).


5.    Sistem ekskresi
Hewan mamalia secara umum memiliki sepasang ginjal bertipe metanefros, bentuk seperti kacang kapri. Ruang ginjal (pelvis renalis) dengan kandung kemih (vesika urinaria) dihubungkan dengan sepasang ureter. Urin keluar lewat lubang urogenitalis.

6.    Alat indra dan sistem syaraf
Mempunyai lidah yang berlapis lendir dan berpapila perasa. Indera penglihatan dengan sepasang mata berkelopak atas dan berkelopak mata baawah yang dapat dipejamkan. Pada sudut mata terdapat plika semilunaris (sisa membran nikktitans). Hewan sapi memiliki daun telinga dengan membran timpani dan tulang pendengar malleus, inkus, stapes. Organ penciuman lebih efektif. Kulit juga berperan sebagai organ eksresi. Pankreas juga berfungsi sebagai kelenjar buntu yang menghasilkan hormon insulin.

7.    Sistem reprodusi
Secara umum, sistem reproduksi Mamalia dapat dijelaskan sebagai berikut:
Reproduksi seksual pada Mamalia diawali dengan perkawinan yang diikuti dengan terjadinya fertilisasi. Fertilisasi tersebut kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio. Fertilisasi pada Mamalia dapat terjadi secara eksternal atau secara internal. Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh hewan betina. Hal ini dapat terjadi karena adanya peristiwa kopulasi, yaitu masuknya alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina. Fertilisasi internal terjadi pada hewan yang hidup di darat (terestrial). Setelah fertilisasi internal cara perkembangan embrio dan kelahiran keturunannya dengan cara vivipar (beranak). Vivipar merupakan embrio yang berkembang dan mendapatkan makanan dari dalam uterus (rahim) induk betina. Setelah anak siap untuk dilahirkan, anak akan dikeluarkan dari vagina induk betinanya.
Sistem reproduksi sapi bali dapat dijelaskan sebagai barikut:
Semua sapi bali merupakan hewan vivipar. Sapi bali jantan dan betina memiliki alat kelamin luar, sehingga pembuahannya bersifat internal. Sebelum terjadi pembuahan internal, sapi bali jantan mengawini sapi bali betina dengan cara memasukkan alat kelamin jantan (penis) ke dalam liang alat kelamin betina (vagina). Ovarium menghasilkan ovum yang kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju uterus. Setelah uterus, terdapat serviks (liang rahim) yang berakhir pada vagina. Testis berisi sperma, berjumlah sepasang dan terletak dalam skrotum. Sperma yang dihasilkan testis disalurkan melalui vas deferens yang bersatu dengan ureter. Pada pangkal ureter juga bermuara saluran prostat dari kelenjar prostat. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang merupakan media tempat hidup sperma. Sperma yang telah masuk ke dalam serviks akan bergerak menuju uterus dan oviduk untuk mencari ovum. Ovum yang telah dibuahi sperma akan membentuk zigot yang selanjutnya akan menempel pada dinding uterus. Zigot akan berkembang menjadi embrio dan fetus. Selama proses pertumbuhan dan perkembangan zigot menjadi fetus, zigot membutuhkan banyak zat makanan dan oksigen yang diperoleh dari uterus induk dengan perantara plasenta (ari-ari) dan tali pusar. Waktu yang dibutuhkan embrio sapi untuk berkembang di dalam uterus induknya ialah sekitar 12 bulan kemudian dikeluarkan oleh induknya. Setelah anak siap untuk dilahirkan, anak akan dikeluarkan dari vagina induk betinanya.




D.    Peran Mamalia bagi Kehidupan Manusia
1.    Peranan Mamalia yang Menguntungkan
Mamalia memiliki peranan bagi kehidupan manusia. Beberapa peranan mamalia yang menguntungkan bagi manusia antara lain ialah :
a)    Sumber protein hewani (ternak sapi, kelinci dan kambing)
b)    Diambil susunya (sapi, kambing, kuda)
c)    Sebagai bahan pakaian dari kulit yang disamak atau rambutnya (lembu, kambing, paus, domba, rubah,dll)
d)    Sumber bahan bakar (minyak dari lemak paus, anjing laut)
e)    Untuk transportasi (kuda, unta, gajah, kerbau, lembu,dsb)
f)    Untuk berburu, memetik buah kelapa misalnya anjik dan kera
g)    Membantu polisi dalam kasus kriminal misalnya anjing pelacak
h)    Berbagai atraksi keterampilan (sepak bola gajah, atraksi lumba-lumba)
i)    Dibidang sains sebagai bahan praktikum
j)    Memberantas nyamuk (kelelawar, dan mencit)
k)    Untuk bahan kerajinan tangan dari tulang, tanduk, dan kulit.
Beberapa peranan sapi bali bagi kehidupan manusia:
•    Sapi Bali sebagai tenaga kerja pertanian. Sapi Bali sudah dipelihara secara turun menurun oleh masyarakat petani Bali sejak zaman dahulu. Petani memeliharanya untuk membajak sawah dan tegalan, untuk menghasilkan pupuk kandang yang berguna untuk mengembalikan kesuburan tanah pertanian.
•    Sapi Bali sebagai sumber pendapatan. Sapi Bali mempunyai sifat subur, cepat beranak, mudah beradaptasi dengan lingkungannya, dapat hidup di lahan kritis, dan mempunyai daya cerna yang baik terhadap pakan. Keunggulan lain yang sudah dikenal masyarakat adalah persentase karkas yang tinggi, juga mempunyai harga yang stabil dan bahkan setiap tahunnya cenderung meningkat membuat sapi Bali menjadi sumber pendapatan yang diandalkan oleh petani.
•    Sapi Bali sebagai sarana upacara keagamaan. Dalam agama Hindu, sapi dipakai dalam upacara butha yadnya sebagai caru, yaitu hewan korban yang mengandung makna pembersihan. Demikian juga umat Muslim juga membutuhkan sapi untuk hewan Qurban pada hari raya Idhul Adha.
•    Sapi bali sebagai hiburan dan obyek pariwisata. Sapi Bali juga dapat dipakai dalam sebuah atraksi yang unik dan menarik. Atraksi tersebut bahkan mampu menarik minat wisatawan manca negara untuk menonton. Atraksi tersebut adalah megembeng (di kabupaten Jembran) dan gerumbungan (di kabupaten Buleleng).

2.    Peranan Mamalia yang Merugikan
Mamalia tidak hanya memiliki peranan yang menguntungkan namun juga memiliki peranan yang dapat merugikan bagi kehidupan manusia Beberapa mamalia juga dapat merugikan bagi manusi, antara lain :
•    Dapat mencuri ternak,
•    Dapat mencuri buah-buahan dikebun,
•    dan sebgai perantara berbagai penyakit (seperti sapi yang menjadi perantara penyakit antraks).

KOLESTEROL


Tahu nggak teman-teman kolesterol itu banyak macamnya loh..... melalui tulisan ini aku mau berbagi info tentang kolesterol, moga aja bermanfaat bagi yang baca........
Kebanyakan orang menganggap bahwa kolesterol itu merupakan penyakit berbahaya yang sulit disembuhkan serta dapat menyebabkan kamatian bagi mereka yang mengidap penyakit ini. Tetapi pada kenyataannya tidak semua kolesterol itu jahat ada kok juga kolesterol yang baik. Disini saya akan mengurai apa itu kolesterol dan jenis-jenisnya.

Apa kolesterol itu? Kolesterol dibuat didalam tubuh dan diperoleh dari makanan seperti mentega, kuning telur, dan daging. Hati adalah bagian tubuh yang memproduksi kolesterol, yang bertugas membawa lemak ke bagian-bagian tubuh yang membutuhkan lemak untuk energi, atau untuk di simpan, seperti di panggul atau perut. Fungsi dari kolesterol itu sendiri adalah membawa lamak yang sudah tercerna dari hati ke seluruh tubuh.pembuluh  darah bertindak sebagai jalan rayanya, setelah menunaikan tugasnya, kolesterol akan kembali lagi ke hati. Begitulah siklusnya yang terjadi.
Jenis-jenis kolesterol, yaitu;
·      LDL-C ( Law Density Lipoprotein) atau kolesterol JAHAT
Kolesterol ini bertugas membawa kolesterol dari hati ke seluruh sel dalam tubuh. Jika kolesterol yang tersedia melebihi jumlah yang dibutuhkan, LDL tidak kembali ke hati melainkan akan tetap  bersilkulasi dalam aliran darah lalu disimpan didinding dalam arteri (pembuluh darah nadi). Itulah sebabnya mengapa ia disebut “kolesterol jahat” karena menyebabkan sumbatan yang mengurangi suplai darah.
·      HDL-C ( High Density Lipoprotein) atau kolesterol BAIK
Mengapa HDL dikatakan kolesterol “baik” itu di karenakan kolesterol ini mengalir dalam aliran darah di seluruh tubuh dan membawa kolesterol menuju hati untuk dibuang.
·      VLDL-C ( Very Low Density Lipoprotein Cholesterol) atau kolesterol lipoprotein berdensitas rendah.
Partike lemak yang besar yang disebut kilomikron dan asam lamak mambentuk VLDL. VLDL itu sendiri berfungsi sebagai energi dan lamak cadangan.
·      Trigliserida: ( sejenis lemak dari makanan)
Merupakan jenis lemak lain yang dihasilkan di hati. Dalam makanan manusia, labih dari 95% lemak makanan berbentuk “trigliserida”.
·      Lp (a): ( jenis kolesterol terburuk)
Para peneliti telah berhasil mengidentifikasi bentuk lain dari lamak yang disebut ”lipoprotein (a) atau Lp(a). Ia dikenal karena berhubungan dengan penyakit “aterosklerosis” dan  “jantung koroner”. Lp(a) lebih berhubungan dengan genetik daripada diet. Penapisan Lp(a) penting untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit jantung secara genetik dan membantu menurunkan faktor resiko lainnya yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit jantung.   


Fakta –fakta tentang penyakit “aterosklerosis”
Aterosklerosis terbentuk selama bertahun-tahun dan dapat menyebabkan kelumpuhan, bahkan kematian. Nama aterosklerosis berasal dari bahas Yunani yang berarti penebalan arteri dalam waktu yang lama karena akumulasi lipid.


Terapi dan obat  yang berhubungan dengan peningkatan kadar kolesterol, yaitu:
v  Penyeka Beta/Beta Blockers (Atenolol, Propanolol, Metaproponolol)
Penyeka Beta umum digunakan. Salah satu efek samping utamanya adalah meningkatkan kadar LDL dan menurunkan HDL-C.
v  Diuretik (Hidroklortiazide)
Obat ini sering dikomsumsi oleh pasien “darah tinggi”. Tentunya bersama obat darah tinggi, pasien juga mengkomsumsi diuretik yang membantu menurunkan beban cairan dalam tubuh. Sayangnya diuretik  tidak hanya meningkatkan kadar kolesterol total, tetapi juga menurunkan kolesterol baik (HDL-C). Diuretik juga meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL-C) dan Trigliserida.
v  Pil kontrasepsi
v  Kortikosteroid (obat ini dikomsumsi oleh penderita rematik, asam, DLL)
v  Steroid anabolik

Beberapa makanan yang bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi pasa tubuh
Ø  Bawang Putih
Bawang putih dapat membantu menurunkan kolesterol dan mencegah pengerasan arteri. Bawang  putih juga membantu mengencerkan dan menurunkan tekanan darah.
Ø  Kedelai
Mangandung lemak tak jenuh dan dapat memperbaiki kadar kolesterol. Dapat ditemukan dalam minyak kedelai, tahu, dan susu kedelai.
Ø  Stanol
Banyak ditemukan pada tumbuh-tumbuhan dan minyak kedelai. Stanol membantu menurunkan kadar kolesterol.
Ø  Kacang-kacangan
Kacang almond, walnut, dan makademia mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol.


Bukan saja makanan dan obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol melainkan “stres” juga dapat meningkatkan kadar kolesterol.
     Stres mengakibatkan produksi hormon adrenalin and tiroid yang berlebihan. Stres juga menyebabkan produksi hormon ginjal yang berlebihan. Melalui berbagai makenisme, terjadilah peningkatan kadar kolesterol dan tekanan darah. Pengerasan, penebalan pembuluh darah, dan penumpukan lemak pun terjadi yang kemudian dapat memicu resiko serangan jantung dan stroke.

Teknik menghilangkan stres
1.      Olahraaga
2.      Berpikir positif (berfikirlah dengan jujur, positif, dan terarah)
3.      Pengalihan perhatian
4.      Tertawa
5.      Berimajinasi


Sumber : Arora, Dr. Anjali. 2007. 5 langkah memahami kolestero.Jakarta: PT.Bhuana Ilmu
                Populer.
 




Tuesday, April 10, 2012

TIPE PEMBELAJARAN KOOPERATIF


Lima prinsip yang mendasari pembelajaran kooperatif, yaitu:
1.      Positif Independence artinya adanya saling ketergantungan positif yakni anggota kelompok menyadari pentingnya kerja sama dalam pencapaian tujuan.
2.      Face to face interaction artinya antar anggota berinteraksi dengan saling berhadapan.
3.      Individual Accountability artinya setiap anggota kelompok harus belajar dan aktif memberikan kontribusi untuk mencapai keberhasilan kelompok.
4.      Use of collaborative/social skill artinya harus mengunakan keterampilan bekerjasama dan bersosialisasi. Agar siswa mampu berkolaborasi perlu adanya bimbingan guru.
5.      Group Processing artinya siswa perlu menilai bagaimana mereka bekerja secara efektif.

Ciri-ciri pembelajaran koomperatif
·         Kelompok dibentuk dengan siswa kemampuan tinggi, sedang , dan rendah.
·         Siswa dalam kelompok sehidup semati
·         Siswa melihat semua anggota mempunyai tujuan yang sama.
·         Memberi tugas dan tanggung jawab sama.
·         Akan dievaluasi untuk semua.
·         Berbagi kepemimpinan dan keterampilan untuk bekerja sama.
·         Diminta mempertangungjawakan individual materi yang ditangani

Pengertian pembelajaran kooperatif
Pembelajaran koomperatif adalah model pembelajaran yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik (academic skill), sekaligus keterampilan sosial (social skill) termasuk interpersonal skill.
Kategori tujuan dalam pembelajaran kooperatif :
1.      Individual: Keberhasilan seseorang ditentukan olaeh orang itu sendiri tidak dipengaruhi oleh orang lain.
2.      Kompetensi: Keberhasilan seseorang dicapai karena kegagalan orang lain (ada ketergantungan negatif).
3.      Kooperatif: keberhasilan seseorang karena keberhasilan orang lain, orang tidak dapat mencapai keberhasilan dengan sendirinya.