jekigabriel@yahoo.co.id

Tuesday, February 21, 2012

MENGEKSPLORASI DUNIA TEORI PEMBELAJARAN


 Apa hubungannya antara teori dan praktek ?
Torraco (1987) memberikan menyatakan bahwa “ sebuah teori
secara sederhana menjelaskan arti fenomena dan cara kerjanya” .
Kamus Webster’s Seventh New Intercollegiate memberikan lima
definisi tentang teori:

1. Analisis serangkaian fakta yang ada hubungannya satu sama lain
2. Prinsip-prinsip umum atau abstrak dalam suatu kumpulan fakta yang tentunya berupa
    pengetahuan atau seni
3. Prinsip-prinsip umum yang bisa diterima secara ilmiah atau serangkaian prinsip yang
    ditawarkan untuk menjelaskan fenomena
4. Suatu hipotesis yang diasumsikan untuk kepentingan argumen dan investigasi
5. Pemikiran abstrak

Para ahli teori pembelajaran menggunakan lima definisi ini dalam
satu cara atau dengan menggunakan cara yang lain, tapi dengan variasi yang
luas dalam penggunaannya. Dibawah ini adalah contoh dari beberapa definisi
yang digunakan sesuai konteks.

a)      Pelaku riset membutuhkan serangkain asumsi sebagai poin pembuka yang digunakan sebagai pegangan pada pekerjaan yang sedang ia kerjakan, hal ini dicoba dengan melakukan ekperimen melakukan observasi dan wawasannya. Tanpa teori, kegiatan riset apapun akan sia-sia karena tanpa tujuan. Pengetahuan teori selalu membantu praktek di lapangan. (Kidd,1959, hal. 134-135).
b)      Seorang ilmuwan, dengan keinginan untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang fakta, memiliki kesenangan mengaplikasikan fakta pada system hukum dan teori. Ia tidak hanya tertarik pada fakta yang di verifikasi, tapi juga dalam menghemat cara-cara yang digunakan untuk mengefektifkan fakta.

Mengapa praktisi harus memperhatikan teori?
*      Dengan teori, dapat membantu praktisi dalam praktek di lapangan.
(Kidd, 1959, hal. 134 135). Karena tanpa teori kegiatan riset apapun akan sia-sia tanpa
tujuan.
*      Dalam pembelajaran, praktisi tidak dapat menjelaskan dengan teori yang sederhana, meskipun beberapa pemikiran muncul dari teori-teori yang sudah ada. Disini keabsahan suatu cara kerja dan pola pemikiran benarbenar dituntut keberadaannya.
*      Dengan teori, praktisi dapat menghasilkan pengetahuan yang didukung oleh teknik, sumber material (pengetahuan) dan penggunaan sumber daya yang ada.


Apakah perbedaan yang esensial antara konsep pendidikan dengan
pembelajaran ?

Pendidikan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan atau diinisiatifi oleh satu atau beberapa agen dan dirancang demi perubahan dalam ilmu pengtahuan, keahlian dan sikap dari individu, kelompok, atau komunitas. Hal ini ditekankan pada pendidik itu sendiri, dan agen-agen perubahan yang memberikan dorongan demi terlaksananya kegiatan pembelajaran untuk menginduksi perubahan.
Pembelajaran ditekankan pada seseorang yang menginginkan atau sangat mengharapakan perubahan. Pembelajaran adalah suatu tindakan atau proses yang membutuhkan perubahan sikap, pengetahuan, dan kemampuan (Boyd, Apps, et al., hal. 100 – 101). Pembelajaran adalah suatu perubahan dalam diri seseorang, karena interaksi individu, dan lingkungannya, yang memenuhi kebutuhan dan membuatnya lebih cakap dalam berurusan dengan lingkungannya. (Buton, 1963, hal. 7). Pembelajaran adalah proses dimana aktivitas nya dirubah melalui reaksi dalam situasi, sehingga karakter perubahan tak bisa dijelaskan dalam tendensi respon, kedewasaan atau fakta organisme yang bersifat sementara (sebagai contoh, kelelahan). (Hilgard dan Bower, 1966, hal. 2)

Bloom dan asosiasinya (1956), hal 7) mengidentifikasikan tiga
bagian utama dalam pendidikan :

1.      Kognitif, “ yang berhubungan dengan kognisi pengetahuan dan pengembangan intelektual dan skill”.
2.      Afektif, “ yang menjabarkan perubahan dalam minat, sikap, dan nilai, juga pengembangan apresiasi dan pengaturan yang dibutuhkan”.
3.      Psikomotor. Poin ini oleh para sarjana diperluas pada wilayah psikomotor yang mencakup seluruh dimensi manusia.

Gagne (1972) mengidentifikasi lima bagian proses pembelajaran,
masing – masing memiliki sudut praxis-nya:

1.      Motor Skills, yang dikembangkan melalui praktek.
2.      Verbal Information, merupakan persyaratan utama bagi pembelajaran.
3.      Intellectual Skills, dimana pembelajaan muncul dan mempersyaratkan kemampuan
4.      Cognitive strategies, dimana pembelajaran menuntut kesempatan yang menantang.
5.      Attitudes, yang dipelajari secara efektif melalui penggunaan model/contoh dan “ dorongan untuk mencoba”.